Kukar raih 12 Kategori lomba di HKG ke 42

Ketua PKK Kabupaten Kutai Kartanegara Hj. Asih Qurnia Ghufron besama ketua TP PKK se Kalimantan Timur

Ketua PKK Kabupaten Kutai Kartanegara Hj. Asih Qurnia Ghufron besama ketua TP PKK se Kalimantan Timur

Samarinda- TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara  berhasil menyabet 12 kategori Lomba pada Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (Bulbak GRM) ke-11 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-42 yang  dilaksanakan di halaman GOR Segiri, Samarinda pada Senin(21/04) lalu.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan peringatan Hari Hari Kartini yang di tandai dengan pemberian karangan bunga oleh anak-anak TK yang menggunakan Baju khas daerah dan baju cita-citaqu.  Asih juga sempat mendapatkan sepucuk Bunga yang di berikan oleh anak-anak TK pada peringatan tersebut. Selain itu peringatan HKG ke 42 juga di meriahkan dengan kehadiran artis Ibukota Ari Untung dan Venita

Saat ditemui usai acara Ketua PKK Kabupaten Kutai Kartanegara Hj. Asih Qurnia Ghufron  mengatakan ia sangat bangga atas kerja keras yang di lakukan oleh TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara atas prestasi yang telah dilakukan. “ Sedikit terbayarkan dengan prestasi yang di dapat pada HKG Kali ini, tapi ada juga kesusksesan yang tertunda  dan akan di perbaiki pada HKG tahun depan” ungkap Asih.

Asih juga berharap kedepanya TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara  untuk lebih mempelajari dan memahami  juga meningkatkan kualitas program yang di usung PKK dalam 10 Program PKK. Selain itu ia meminta TP PKK untuk lebih Fokus  lagi membantu pembangunan  yang ada di Kutai kartanegara demi mendukung program Gerbang raja yang di usung Bupati Kutai Kartanegara.

Ketua PKK Kabupaten Kutai Kartanegara Hj. Asih Qurnia Ghufron  saat menerima piala dan penghargaan juara II panji-panji

Ketua PKK Kabupaten Kutai Kartanegara Hj. Asih Qurnia Ghufron saat menerima piala dan penghargaan juara II panji-panji

Ia juga berpesan kepada Kader untuk lebih Tegas, Cerdas dan Pintar. Artinya Kader harus bisa cepat  mempelajari lingkungan sehingga dapat melihat program mana yang belum berjalan dengan baik dan bisa menyelesaikan program itu secepatnya. Kader juga harus sigap  mana kegiatan yang belum maju dan terlaksana seperti kata Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak  yang berharap adanya satu desa satu paud.

Kutai kartanegara Dalam HKG ke 42 meraih juara II Panji-Panji Keberhasilan Pembangunan, Juara I Kategori  Kabupaten Lomba Posyandu terbaik, Juara III Penyuluhan Kader Posyandu , Juara Harapan III Lomba Pidato, Juara III Kategori Kabupaten Lomba Pelaksanaan terbaik  Kesatuan gerak  PKK –KB Kesehatan, Juara  Harapan III Lomba Benner, Juara Harapan III Lomba busana Kerja, Juara Harapan III Lomba Bina Keluarga  Balita (BKB), Juara III  Display Pameran, Juara III  Kategori Kabupaten  Lomba Prilaku  hidup bersih  dan sehat  (PHBS)di rumah Tangga, Juara Lomba II  Lomba Cipta  Alat permainan  edukatif(APE),  Juara Harapan I Lomba  UP2K  PKK.(hmp06-lina)AA

 

Welcome Party HKG ke 42, Asih di daulan menjadi Bunda penggerak Lingkungan

Asih Qurnia Ghufron( baju Unggu corak ulap doyo) saat Bersama para ketua TP PKK se Kalimantan Timur usai di daulat menjadi Bunda Penggerak Lingkungan

Asih Qurnia Ghufron( baju Unggu corak ulap doyo) saat Bersama para ketua TP PKK se Kalimantan Timur usai di daulat menjadi Bunda Penggerak Lingkungan

Samarinda- Dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 42 Tahun 2014 tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang diselenggarakan Di Kota Samarinda, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Kartanegara ikut turut serta memeriahkan HKG ke 42 dengan menurunkan sekitar 70 Orang Anggota TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara.

Hj. Asih Qurnia Ghufron  selaku Ketua TP PKK Kabupaten Kutai kartenagara yang di dampingi  oleh penasehat TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara Hj. Dayang Kartini Saukani juga di daulat menjadi Bunda Penggerak Lingkungan pada malam welcome party HKG ke 42, Sabtu(19/04) di Lamin Etam kantor Gubernur Kalimantan Timur.
welcome party 2Acara yang di buka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk Ishak di meriahkan dengan peragaan busana Sarung Samarinda yang dipadu-padankan sehingga menghasilkan gaun-gaun yang indah.
Saat ditemui usai acara Asih mengatakan bahwa ia cukup bangga dan senang dapat kembali hadir dan mengikuti ajang HKG yang digelar setiap tahun. Ini merupakan ajang silaturahmi dan ajang tukar pikiran bagi para pengurus maupun  kader PKK agar selalu mendapat ilmu dan pengalaman baru.
Untuk menyambut HKG kali ini ungkapnya, ia dan tim telah mempersiapkan dengan sabaik-baiknya mulai dari lomba kesekretariatan hingga out bound. Asih juga berharap persiapan yang telah lama dilakukan janganlah disiasiakan.” Kalah menang itu biasa dan semoga Allah meridhoi kita semua” ungkap Asih
Dengan mengenakan setelan unggu bermotif ulap doyo sebagai kain khas Kutai Kartanegara Asih berharap nantinya Kukar bisa merebut juara dan menjadi yang terbaik pada HKG kali ini(hmp06-lina)

 

Kelompok UP2k manfaatkan potensi daerah

Nurilang saat mengikuti Lomba administrasi UP2k pada pada peringatan hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 42 diSamarinda

Nurilang saat mengikuti Lomba administrasi UP2k pada pada peringatan hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 42 diSamarinda

Amplang Ikan bandeng beromset 40 Juta sebulan

Samarinda- Sebagai penghasil Ikan dikawasan Pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara, Desa Gas Alam Badak I kecamatan Muara Badak melalui TP PKK Kecamatan  di bentuklah kelompok UP2K (Upaya pemberdayaan dan peningkatan usaha kecil) Karya usaha bersama yang terinspirasi  dari hasil ikan yang melimpah.

Kelompok UP2K yang berdiri  pada tahun 2009 telah berhasil berinofasi dengan memanfaatkan olahan ikan Bandeng menjadi Kerupuk Amplang dengan 4 Varian rasa yaitu original, balado dan sapi panggan serta ada juga Amplang yang terbuat dari Rumput laut  serta olahan Abon Ikan Bandeng dan abon kepiting  juga Pastel isi Abon Kepiting.  Ketua Pokja II Hamidah Erwin saat ditemui usai lomba Administrasi UP2K mengatakan  bahwa pokja II yang membidangi UP2K pada peringatan hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 42 diSamarinda menampilkan Produk unggulan  Amplang Bandeng dengan berbagai Varian rasa. Menurutnya ajang pamaeran yang dilakukan pada HKG PKK Ke 42 ini menjadi ajang Promosi bagi kelompok UP2K  Kutai Kartanegara khusunya daerah-daerah di Kalimantan Timur  dan  daerah luar kalimantan timur seperti pulau jawa.

Pokja II sendiri menurutny telah melakukan berbagai pembinaan termasuk pembinaan mengenai permasalahan pengemasan. Hamidah Juga menambahkan bahwa suatu produk akan lebih  dilirik konsumen bila memiliki kemasan yang menarik dengan mutu pengemasan yang baik

Selain masalah pengemasan TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara juga melakukan pembinaan administrasi Produk hingga  bagaimana melakukan pemasaran  dan menyediakan tempat penjualan seperti UKM center.

Sementara itu Nurilang yang merupakan pendiri Kelompok UP2K Gas Alam Badak I kecamatan Muara Badak mengatakan bahwa dengan pendapatan sekitar 40 Juta setiap Bulannya, Kelompok UP2K Karya usaha bersama berhasil memproduksi Amplang setiap Harinya sekitar 70 Kilo dengan anggota aktif sekitar 10 Orang.

Menurutnya memasaran produk telah dilakukan mulai dari kota Samarinda hingga Balikpapan.  “ saya berterimakasih kepada PKK Kabupaten Kutai Kartanegara yang banyak membantu mulai dari bagaimana cara pengolahan hingga pemasaran” ungkapnya.

Nurilang juga berharap kedepanya produknya dapat dikenal lebih luas hingga mancanagera sehingga potensi sumber daya alam yang ada di Kecamatan Muara Badak bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan juga dapat menambah inkam pendapatan masyarakat khusunya ibu-ibu .(hmp06-lina)

 

 

 

 

 

Kukar Tampilkan Miskat di HKG ke 42

Zaidah Isnani saat menerangkan kepada dewan juri detail dari busana miskat yang ditampilkan oleh TP PKK Kukar.

Zaidah Isnani saat menerangkan kepada dewan juri detail dari busana miskat yang ditampilkan oleh TP PKK Kukar.

Samarinda-Busana merupakan Salah satu produk kebudayan yang harus terus di kembangkan dan dilestarikan oleh karena itu TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara mempersiapkan busana miskat dengan balutan sulam tumpar pada Hari Kesatuan gerak (HKG) PKK ke 42 di Kota Samarinda.

Sa’in Ketua Pokja III yang ditemui usai acara mengatakan bahwa dasar dari  pemilihan busana miskat pada Lomba rancang Busana berbahan dasar lokal adalah latar belakang Kabupaten Kutai Kartanegara yang mempunyai tempat tertinggi dalam sejarah peradapan Indonesia. Dengan usia peradaban yang tua masih dapat berkembang corak kebudayan dan peradapan yang semakin indah di padupadankan.

Ia juga mengatakan bahwa di Kutai Kartanegara, pakaian khas tradisional seperti miskat biasanya digunakan pada saat upacara adat erau dan upacara adat yang lain hingga menjadi pakaian seragam Pegawai yang dicanangkan Bupati Kutai Kartanegara pada setiap hari Kamis. Sedangkan sulam tumpar merupakan kerajinan rakyat yang biasanya di lakukan oleh para wanita suku Dayak Benuaq untuk pemper indah busana.

Sa’in berharap tahun depan Kutai Kartanegara melalui pokja III dapat lebih lagi mengali potensi baik budaya,alam maupun SDM dan juga bisa mempersembahkan sesuatu yang baru untuk kemajuan Kutai Kartanegara maupun Kalimantan Timur.

Model yang merupakan kader PKK saat memperagakan busana Miskat

Model yang merupakan kader PKK saat memperagakan busana Miskat

Selain itu Zaidah Isnani Kordinator lomba dari pokja III TP PKK Kutai Kartanegara mengatakan Kutai Kartanegara mengangkat busana Miskat berwarna silver yang dipadukan dengan sulam tumpar bermotif bunga cempaka yang memiliki arti wanita bangsawan yang cantik, anggun dan lembut sesuai dengan sang pemakai.

Sulam tumpar sendiri biasanya digunakan dalam upacara adat atau sebagai mahar pada acara pernikahan, pengobatan, kematian hingga acara panen Padi. Menurutnya wanita Kutai Kartanegara biasanya menggunakan kain panjang yang sudah disulam tumpar  dengan berbagai motif seperti  Motif binatang maupun pepohonan  dengan benang yang berwarna warni dipadukan dengan kebaya.

Pada peragaan Busana Kali ini Kukar sendiri meraih juara Harapan ke III untuk Lomba rancang Busana berbahan dasar local. Ia  sangat berharap kedepannya Kutai Kartanegara dapat lebih berinovasi sehingga potensi-potensi yang ada bisa digali dengan baik dan juga pengembangan produk-produk kreatif bercirikan lokalitas rakyat di daerah-daerah dapat terus maju dan tumbuh mengikuti arus globalisasi(hmp06-lina)

Kukar Raih Juara I Festifal Kuliner Nusantara tingkat Nasional

Jpg masakanKetua TP PKK Kukar Hj. Asih Qurnia Ghufron bersama TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara pada Festival kuliner  Nusantara cita rasa kuliner Indonesia yang di Ikuti 34 Provinsi se-Indonesia pada Kamis (17/4) yang lalu di Halaman Depan teater Bhineka Tunggal Ika Taman Mini Indonesia Indah.<br /><p class=" src="http://tp-pkk.kutaikartanegarakab.go.id/wp-content/uploads/2014/04/masakan.jpg" width="333" height="299" /> Jpg masakan
Ketua TP PKK Kukar Hj. Asih Qurnia Ghufron bersama TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara pada Festival kuliner Nusantara cita rasa kuliner Indonesia yang di Ikuti 34 Provinsi se-Indonesia pada Kamis (17/4) yang lalu di Halaman Depan teater Bhineka Tunggal Ika Taman Mini Indonesia Indah.

Jakarta- Taman Mini Indonesia Indah (TMII)  yang merupakan Wahana Pelestarian  Budaya Bangsa Indonesia  yang tercermin dari keaneka ragaman Budaya dan adat istiadat  termasuk dengan kekayaan jenis kuliner yang khas dari setiap Provinsi. Dengan begitu Kutai Kartanegara  melalui Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Kartanegara mengikuti Festival kuliner  Nusantara cita rasa kuliner Indonesia yang di Ikuti 34 Provinsi se-Indonesia pada Kamis (17/4) yang lalu di Halaman Depan teater Bhineka Tunggal Ika Taman Mini Indonesia Indah.

Dengan menu masakan pembuka petah, Brongkong Jagung, menu makanan utama nasi bekepor, gence ruan, sayur prede, gangan asam keladi, sanga cabe jukut salay, udang bawang rambut, dan lalapan Bunga Tigu Kutai Kartanegara meraih juara I tingkat Nasional  masakan khas Nusantara untuk  wilayah Kalimantan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Kartanegara yang ditemui usai acara mengatakan bahwa ia sangat bangga Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Kartanegara bisa mewakili Provinsi Kalimantan Timur meraih juara pertama   masakan khas Nusantara untuk wilayah Kalimantan.

Asih juga berpesan untuk terus mengukir prestasi dan jangan pernah berhenti  untuk meraih sukses dan terus belajar tentang  tata cara  penyajian  dan memasak  menu makanan  yang beragam bergizi simbang dan aman dengan bahan local daerah. Kutai Kartanegara sendiri memiliki banyak potensi alam yang dapat diolah menjadi makanan selain itu sebagai wilayah yang memilki peradaban tua tentunya banyak sekali budaya yang bisa dikembangkan  termasuk makanan tradisional.

Kegiatan ini menurut Asih  merupakan rangkaian untuk memeriahkan Hut ke 39 TMII  yang diharapkan menjadi salah satu cara untuk melestarikan dan mempromosikan keanekaragaman kuliner khas Indonesia serta  menjadi salah satu ajang perekat persatuan dan kesatuan.  Selain itu untuk mengangkat potensi Kuliner nusantara, menciptakan Peluang Usaha, mencari identitas Kuliner sebagai unggulan daerah , menjadi destinasi tujuan wisata Kuliner dan meningkatkan kualitas dan mutu kreativiitas dalam bentuk kemasan, penyajian dan pengolahan(hmp06-lina)

Kader PKK Harus Pintar dan Kreatif

Ketua TP PKK Kukar Hj Asih Qurnia Ghufron saat membuka bimtek pembuatan makanan balita beragam, bergizi, seimbang dan aman di Pendopo Wakil Bupati Kukar

Ketua TP PKK Kukar Hj Asih Qurnia Ghufron saat membuka bimtek pembuatan makanan balita beragam, bergizi, seimbang dan aman di Pendopo Wakil Bupati Kukar

TENGGARONG –  Peningkatan kualitas sumber daya manusia dilakukan secara berkelanjutan, dan gizi merupakan salah satu faktor penentu utama kualitas sumber daya manusia. Gambaran permasalahan gizi makro di Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu masih adanya kasus gizi buruk terhadap 43 balita. Masalah gizi mempunyai dimensi yang sangat luas, tidak hanya disebabkan oleh masalah kesehatan saja, tetapi juga karena masalah ekonomi, budaya, pola asuh, pendidikan dan lingkungan. Ditingkat keluarga keadaan gizi dipengaruhi oleh beberapa hal seperti tingkat persediaan pangan ditingkat rumah tangga, daya beli, perilaku, pengetahuan, pola asuh anak dan infeksi penyakit. Dengan latar belakang itulah, TP PKK Kabupaten Kukar, khususnya pokja III menggelar bimbingan teknis pembuatan makanan balita beragam, bergizi, seimbang dan aman bagi tim penggerak PKK,  Kader PKK itu harus pintar, kreatif dalam mengolah berbagai hal untuk menu makanan putra putri tercinta kita. Demikian dikatakan Ketua TP PKK Kukar Hj Asih Qurnia Ghufron saat membuka bimbingan teknis pembuatan makanan balita beragam, bergizi, seimbang dan aman bagi tim pembina PKK Pokja III kecamatan dan kelurahan/desa se – Kecamatan Tenggarong, yang berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Kamis ( 3/4 ).

Hj Asih Qurnia Ghufron juga mengatakan, kita patut berbangga hati karena kita ikut mendapat kepercayaan dari masyarakat dan pemerintah untuk mengambil bagian dalam meminimalisir timbulnya balita kasus gizi buruk dalam proses bimbingan teknis pembuatan menu balita beragam, bergizi, seimbang dan aman. Dan justru peran kita Tim Penggerak PKK sangat penting dan mendasar, karena kita secara langsung yang akan memberikan penyuluhan pada masyarakat dalam pemanfaatan bahan makanan lokal untuk dibuat menu makanan yang beragam, sehingga balita tidak ada rawan pangan. Namun sebagai mitra pemerintah Tim Penggerak PKK tetap bisa bekerjasama dengan SKPD terkait. Oleh karena itu, melalui bintek pembuatan menu balita beragam, bergizi, seimbang dan aman ini sangat tepat dan sangat berguna bagi kita para Tim Penggerak khususnya pokja III, agar kita lebih memahami bagaimana menilai dan mengawasi tumbuh kembang balita, dan mengetahui bagaimana memperbaiki adanya gangguan tumbuh kembang pada balita, khususnya masalah gizi.

Hj Asih Qurnia Ghufron berharap kepada para peserta agar dapat mengikuti bintek ini dengan seksama, dan pada saatnya nanti dan mampu diterapkan di posyandu masing – masing,sekaligus agar pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh dari bintek ini dapat dibagi dengan ibu – ibu kader lain, dan juga kepada ibu – ibu yang memiliki balita diwilayah kita masing – masing,  agar kita semua ikut memberdayakan masyarakat untuk membuat menu makanan balita beragam, bergizi, seimbang dan aman.

Asih juga mengucapkan terima kasih kepada Badan Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian serta dinas instansi lainnya atas kerjasamanya sehingga pemberdayaan seperti ini semakin ditingkatkan sehingga semua Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Kelurahan/Desa dapat lebih di tingkatkan lagi. Sehingga apa yang kita upayakan dalam  penanganan yang sesuai agar mereka tertolong dari masalah gangguan gizi sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang sebagaimana seharusnya balita normal karena merekalah nanti yang akan meneruskan roda pembangunan di daerah kita. Oleh karena itu, bintek ini sangat tepat dan sangat berguna bagi Tim Penggerak PKK khususnya pokja III, agar kita lebih memahami bagaimana menilai dan mengawasi tumbuh kembang balita, dan mengetahui bagaimana memperbaiki adanya gangguan tumbuh kembang pada balita khususnya masalah gizi.

Sementara itu, menurut ketua panitia pelaksana Sai’in mengatakan,  tujuan dilaksanakannya kegiatan ini agar seluruh tim penggerak PKK Kecamatan, kelurahan/desa memahami sekaligus mampu melaksanakan kegiatan program pembuatan menu makanan balita beragam, bergizi, seimbang dan aman sesuai diwilayah masing – masing,   diikuti 60 ( enam puluh ) peserta yang terdiri dari 4 orang  Tim Penggerak PKK Pokja III dari Kecamatan Tenggarong, 48 orang TP PKK Pokja III dari Kelurahan di Kecamatan Tenggarong dan 8 orang TP.PKK Desa di wilayah Tenggarong. Metode yang diberikan berupa ceramah, tanya jawab dan diskusi. Sedangkan bertindak sebagai narasumber dalam kegiataan ini dari TP PKK Pokja III Kukar sendiri. ( hmp 04 ).

 

KB Harapan Bunda Wakili Kukar ke Tingkat Provinsi Kaltim Lomba APE bertepatan dengan HKG-PKK ke-42

Beginilah suasana lomba APE, nampak pemenang lomba Mardiana saat memperagakan hasil karyanya kepada dewan juri, Selasa (11/2) di Halaman Kantor TP PKK Kukar, Tenggarong.

Beginilah suasana lomba APE, nampak pemenang lomba Mardiana saat memperagakan hasil karyanya kepada dewan juri, Selasa (11/2) di Halaman Kantor TP PKK Kukar, Tenggarong.

TENGGARONG – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Program Pokja II menggelar lomba Alat Permainan Edukasi (APE) bagi para pengajar Paud maupun Kelompok Bermain (KB). Kegiatan tersebut dibuka Ketua TP PKK Kukar Hj Asih Qurnia Ghufron dihadiri Kasi PAUDNI Disdik Kukar Saipul Anwar dan  tiga dewan juri dari PKK Provinsi Kaltim, Selasa (11/2) di Halaman Kantor TP PKK, Tenggarong.

Lomba APE diikuti oleh 12 Kelompok Bermain (KB) terdiri dari Paud binaan PKK  yang ada di Kecamatan Tenggarong dan Loa Kulu. Masing-masing peserta membawa APE ramah lingkungan dan aman bagi nak-anak. Satu persatu melakukan presentasi dengan  konsep mencakup motorik kasar, halus serta daya serap koknitif anak dengan sebuah permainan edukasi yang diciptakannya. Presentasi itu disertai dengan ragam permainan yang dibuat, kemudian diperagakan fungsi dan kegunaanya di depan dewan juri.

Setelah semua berahir, dewan juri mulai berdialog menanyakan seperti halnya bahan edukasi yang digunakan atau terbuat dari apa?. Apakah aman bagi anak serta ramah lingkungan?. Bahkan ditanyakan pula besaran biaya pembuatan alat permainan edukasi masing-masing peserta.

Setelah melakukan penilaian dengan berbagai indikator, mulai dari presentasi,alat peraga edukasi hingga pembuatan APE oleh 12 peserta. Memutuskan pemenang lomba APE Tingkat Kabupaten dimulai dari juara III diraih Siti Fadliyah KB Serumpun Wangi Tenggarong No. Urut 05 dengan nilai 306, disusul juara II Roisahil Hidayah KB Cempaka Tenggarong No. Urut 11 nilai 325. Adapun jura pertama diraih Mardiana KB Harapan Bunda Kecamatan Loa Kulu No. Peserta 07 dengan nilai tertinggi 339. Dan berhak mewakili Kabupaten untuk mengikuti lomba APE tingkat Provinsi Kaltim pada 22 Maret mendatang di Samarinda.

Ketiga pemenang lomba APE tersebut mendapatkan piala disertai piagam penghargaan dan uang pembinaan. Hadiah tersebut diserahkan Ketua TP PKK Kukar Hj Asih Qurnia Ghufron disaksikan para dewan juri.

Ketua Panitia H Suprayetno mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu dari 10 Program TP PKK melalui Pokja II. Menurutnya akan terus ditingkatkan dalam membina serta menciptakan kreativitas para pengajar Paud dengan membuat alat permainan edukasi dari bahan limbah atau alam yang aman bagi anak didik. ” Saya yakin semua karya yang ditampilkan ini merupakan hasil yang terbaik, dan Alhamdulillah dengan kerja keras pokja II TP PKK kegiatan ini berjalan lancar,” katanya.

Menurut dia, dari hasil pemenang lomba APE nantinya akan diikut sertakan mewakili kabupaten dalam lomba APE tingkat provinsi Kaltim, bertepatan dengan Hari Kesatuan Gerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (HKG- PKK) ke-42 pada 22 Maret mendatang.

Presentasi (1)Sementara itu Ketua TP PKK Kukar Hj Asih Qurnia Ghufron menyambut baik apa yang diprogramkan Pokja II dalam pembinaan bagi tenaga pendidik Paud maupun kelompok bermain. “Lomba APE ini tentunya bertujuan agar pendidik Paud memilik cara baru dengan kreatifitas mengajarnya,” katanya.

Dia berharap dari lomba APE ini bisa terus dilakukan dengan memanfaatkan barang-barang bekas ramah lingkungan dan aman bagi anak didik. Sebab kata Asih adanya APE akan memudahkan pengembangan motorik anak sesuai dengan kreativitas masing-masing. “Mari kita kembangkan dan ciptakan APE baik dari barang bekas limbah maupun alam sekitar. Tidak ada alasan lagi tidak ada APE, sudah banyak materi pembelajaran untuk membuatnya dari bahan bekas limbah alam lainnya,” ujarnya.

Ditambahkan Asih adanya APE ini, para guru dapat mempraktekkannya sambil bercerita dan mendongeng sehingga motorik anak pada usia dini akan berkembang. “Saya mengajak mari kita kembangkan terus dengan terobosan baru dalam membantu mensukseskan program Gerbang Raja melalui TP PKK Kukar,”. Urainya. (hmp04)

 

Kukar Adakan Lomba Pidato 10 Program PKK

Ketua Tim Juri Hj Hildawati Machlan  di damping Hj. Norhayati dan Hj. Marli Dirna  saat melakukan penilaian saat lomba pidato 10 program PKK yang dilaksanakan oleh   Bagian Kesekretariatan PKK Kukar.

Ketua Tim Juri Hj Hildawati Machlan di damping Hj. Norhayati dan Hj. Marli Dirna saat melakukan penilaian saat lomba pidato 10 program PKK yang dilaksanakan oleh Bagian Kesekretariatan PKK Kukar.

Tenggarong Dalam rangka pesiapan peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK tahun 2014 yang rencananya akan diadakan di Kota Samarinda, TP PKK Kukar mengadakan lomba pidato 10 program PKK yang dilaksanakan oleh   Bagian Kesekretariatan PKK Kukar pada Jumat(7/3) di Sekertariat PKK Kukar.

Ketua tim juri Hj Hildawati Machlan  di damping Hj. Norhayati dan Hj. Marli Dirna  mengatakan bahwa maksud dari perlombaan tersebut adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan pengetahuan anggota PKK Yang  ada di kelurahan, kecamatan  maupun desa tentang program-program PKK tentang bagaimana cara memimpin rapat yang baik, tata cara memberikan penyuluhan  atau memaparkan Program PKK pada lintas sektor terkait.

 Menurut Hildawati Machlan  seleksi ini merupak seleksi yang dilakukan pada tinggkat kabupaten untuk maju ke tingkat provinsi Kaltim pada saat hari jadi kesatuan gerak PKK . Peserta lomba merupakan hasil seleksi dari tingkat kecamtan dan merupakan jagoan-jagoan dari tingkat kecamatan dan ini merupakan salah satu kegiatan Hari kesatuan gerak PKK tingkat Kabupaten Kukar.

 Ia juga menerangkan bahwa untuk kriteria yang diambil salah satunya bagaimana intonasi suara dalam menyampaikan materi, penguasaan materi hingga  penampilan peserta pada saat lomba. Selain itu juga pemahaman peserta akan materi sangatlah penting dalam perlombaan ini. “Kami ingin kader-kader yang ikut pada perlombaan ini dapat memberikan  dan menguasai materi bukan hanya pada saat perlombaan tetapi juga bisa diterapkan kepada masyarakat dengan memberikan pemahaman mengenai 10 Program PKK,” ungkapnya.

Hildawati berharap nantinya peserta yang mewakili PKK Kutai Kartanegara  dapat mempersiapkan diri dengan baik agar pada saat mengikuti perlombaan di tingkat propinsi  dapat membawa nama baik Kutai Kartanegara terlebih lagi bisa mendapat juara tingkat propinsi dan  bisa mewakili Kalimantan Timur di tingkat nasional.(hmp06-lina)

 

UP2K Bantu Pasarkan Produk Masyarakat Dengan UKM Center

Ketua TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara Hj. Asih Qurnia Ghufron (kaca mata) saat memberikan bantuan dana kepada ketua  TP PKK Kecamatan Muara Jawa pada saat kunjungan monitoring pembinan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) pada Rabu (26/03) di Kecamatan Muara JawaJpg UP2K2<br /><p class=" src="http://tp-pkk.kutaikartanegarakab.go.id/wp-content/uploads/2014/04/UP2K1.jpg" width="800" height="531" /> Ketua TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara Hj. Asih Qurnia Ghufron (kaca mata) saat memberikan bantuan dana kepada ketua TP PKK Kecamatan Muara Jawa pada saat kunjungan monitoring pembinan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) pada Rabu (26/03) di Kecamatan Muara Jawa
Jpg UP2K2

Tenggarong – Tim Pengerak PKK Kabupaten Kutai Kartanegara yang di ketuai oleh Hj Asih Qurnia Ghufron  di damping oleh Ketua Pokja II Hj. Hamidah Erwin melakukan kunjungan monitoring pembinan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K)  pada Rabu (26/03) di Kecamatan Muara Jawa.

 

Rombongan di terima oleh Camat Muara Jawa Ahmad  Junaid  yang melakukan monitoring di Kelurahan Muara Jawa Tengah  dengan tujuan untuk mengetahui dan menilai sejauh mana kegiatan UP2K PKK telah dilaksanakan di Kecamatan Muara Jawa sehingga dapat menjadi tolok ukur TP PKK Kab. Kukar untuk proses evaluasi demi kesempurnaan program – program kegiatan PKK di tahun yang akan datang.

 

Pada kesempatan tersebut TP PKK Kab. Kukar  juga menyerahkan  bantuan dana sebagai pancingan untuk program UP2K kepada  Ketua PKK Kecamatan. Selain itu Camat Muara Jawa Ahmad  Junaid juga  menyerahkan bantuan senilai Rp. 2.000.000,- untuk  pengadaan tong sampah  untuk  RT. 001 Kelurahan Muara Jawa Tengah.

 

Dalam arahanya Ketua TP PKK Kab Kukar Hj Asih Qurnia Ghufron   mengatakan Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga atau UP2K merupakan salah satu kegiatan dari 10 Program Pokok PKK yang diyakini mampu mendorong penghasilan keluarga sesuai dengan Visi dan Misi Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

 

Ketua TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara Hj. Asih Qurnia Ghufron (kaca mata) saat memberikan arahan mengenai pengemasan produk kepada para peserta monitoring pembinan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K)  pada Rabu (26/03) di Kecamatan Muara Jawa

Ketua TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara Hj. Asih Qurnia Ghufron (kaca mata) saat memberikan arahan mengenai pengemasan produk kepada para peserta monitoring pembinan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) pada Rabu (26/03) di Kecamatan Muara Jawa

Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat  dan upaya meningkatkan pemerataan pertumbuhan  ekonomi, TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Pokja II  melakukan  pembinaan UP2K  mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, desa hingga RT.  Selain masalah  bahan baku produk, PKK juga memperhatikan masalah pengemasan dan juga pemasaran produk sehingga masyarakat tak kesulitan dalam mengembangkan produk.

 

Di PKK sendiri telah ada UKM Center yang akan membantu  masyarakat memasarkan produk. selain itu UP2K juga harus dibarengi dengan pembentukan Koperasi sebagai wadah yang paling tepat untuk menghimpun kekuatan ekonomi masyarakat dan juga dapat menjadi jalur menciptakan lapangan kerja  bagi masyarakat setempat.

“Suatu produk pasti punya resep yang sama tapi jika suatu produk memiliki keunikan  tersendiri maka produk itu akan memiliki nilai jual yang lebih dari produk sejenisnya,” ungkap Asih. Untuk itu melalui Pokja II, PKK berusaha melakukan pembinaan kepada masyarakat agar pontensi yang ada di daerahnya dapat diolah dan dimanfaatkan sehingga dapat menghasilkan produk unggulan yang bermutu dan memiliki keunikan tersendiri sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

 

Asih juga berpesan kepada masyarakat agar menggunakan bahan yang aman untuk mengolah suatu produk dan tak lupa mencantumkan komposisi bahan serta tanggal kadaluarsa dan label halal suatu produk agar masyarakat semakin sadar akan jajanan sehat yang berkualitas. (hmp06-lina)

 

POKJA III, TP PKK KUKAR AJARI MANFAATKAN LAHAN PEKARANGAN RUMAH

 Ketua Tim Penggerak (TP) Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Hj. Asih Qurnia Ghufron menyampaikan sambutannya pada acara pembukaan Sosialisasi Pembinaan pemanfaatan Lahan Pekarangan.

Ketua Tim Penggerak (TP) Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Hj. Asih Qurnia Ghufron menyampaikan sambutannya pada acara pembukaan Sosialisasi Pembinaan pemanfaatan Lahan Pekarangan.

TENGGARONG, Tim Penggerak (TP) Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), melalui Kelompok Kerja (Pokja) III, menggelar Sosialisasi Pembinaan pemanfaatan Lahan Pekarangan di sekitar rumah, yang dilaksanakan di Sekretariat PKK kecamatan Loa Janan, Sabtu (29/4) Lalu.

Sosialisasi dibuka ketua TP PKK Kukar, Hj. Asih Qurnia Ghufron, dan diikuti sebanyak 20 orang peserta dari para penggerak PKK 8 desa se kecamatan Loa Janan, yang menghadirkan narasumber ketua Pokja III TP PKK Kukar, Sai’in.

Hj. Asih mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu program dari 10 program pokok PKK, dan telah menjadi komitmen TP PKK Kukar untuk turun kelapangan dengan melihat dan membina secara langsung para anggotanya. Hal itu merupakan tugas pokok dan fungsi TP PKK Kukar, melalui kelompok kerja – kelompok kerja (pokja) masing – masing, “Jadi masing – masing pokja bergerak dan menyebar sesuai jadwal dan tupoksinya” Ujar Asih

Asih manambahkan tujuan diadakan sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman dan pembinaan dalam pemanfaatan lahan pekarangan di sekitar rumah menjadi warung hidup maupun Tanaman obat – obatan keluarga (toga), hal ini sebagai upaya perbaikan gizi keluarga, “Dengan lahan yang tidak seberapa luas dipekarangan rumah kita dapat menghasilkan berbagai kebutuhan untuk menunjang perbaikan gizi keluarga, contohnya sayur-sayuran maupun tanaman obat – obatan, selain tanaman hias yang sudah biasa kita temui” Ujar Asih

Senada dengan Hj. Asih Qurnia, Sai’in dalam penyampaiannya memaparkan pemanfaatan lahan disekitar rumah dapat digunakan untuk berbagai keperluan, baik untuk tanaman hias, obat-obatan maupun sayur – sayuran, keterbatasan lahan tidak  bisa dijadikan alasan, karena walau lahan terbatas, nenanam tanaman tidak mesti diatas lahan, “Namun bisa menggunakan polibag maupun bahan – bahan bekas yang sudah tidak bermanfaat,contohnya kaleng, karung maupun kantong – kantong yang sudah tidak digunakan” jelas Sai’in  (hmp 12)

Older posts «