«

»

Pelatihan Pembuatan APE Barang Limbah.

125649087750f4b388bb750

pembukaan pelatihan pembuatan APE dari Limbah

 

TENGGARONG – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan terobosan baru sebagai upaya mendukung program pemerintah daerah dalam hal ini meningkatkan mutu pembelajaran bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Salah satunya berkomitmen dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dipersiapkan sejak usia dini. 
Untuk mendukung program tersebut, TP PKK Kukar melalui Pokja II memberikan tambahan pengetahuan kepada 35 orang guru Paud zona tengah dalam Workshop pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) dari Barang Limbah dengan tema “Melalui workshop kita tingkatkan mutu pembelajaran yang ramah anak, variatif dan menyenangkan”.
Dalam Kegiatan itu TP PKK menghadirkan narasumber dari ECCD-RC (Early Chilhood Care & Development Resaurce Center) atau pusat informasi dan pelayanan anak usia dini Jogjakarta, yang dibuka Kepala Bidang Pendidikan Formal dan Informal (PNFI) PAUD dan Kejuruan Diknas Kukar H Bahransyah, Sabtu (12/1) di Pendopo Wakil Bupati Tenggarong.
Ketua TP PKK Kukar Hj Asih Qurnia Ghufron mengatakan adanya kegiatan workshop pembuatan APE ini diharapkan yang tadinya para guru Paud selalu membeli APE dari luar daerah, bisa membuat sendiri, “Agar tidak selalu membeli APE dari luar daerah, kita mencoba memberikan pelatihan kepada guru Paud dengan harapan nantinya dapat memanfaatkan barang -barang limbah untuk bisa diolah menjadi APE buatan sendiri,” katanya.
Disamping itu kata Asih Qurnia Ghufron, dengan cara membuat sendiri, akan memberikan nilai tambah bagi sekolah dengan hasil kreatif pemanfaatan barang limbah maupun barang sisa yang belum digunakan secara optimal menjadi APE yang dapat dijual kembali dan menghasilkan income.
Menurut dia, TP PKK juga ingin membentuk karekter anak bangsa sejak dini artinya tidak selalu membeli barang dari luar, melainkan potensi yang ada di daerah bisa dikelola sendiri. “Kita memiliki beragam potensi, misalnya karet bisa diolah menjadi beragam kebutuhan mulai pembuatan, sandal, ban motor dan pengolahan kreatif lainnya. Akan tetapi hal ini belum dapat di manfaatkan dengan memproduksi sendiri, inilah saya kira salah satu penghambat kita untuk sejahtera,” ujarnya.
Terkait dengan workshop pembuatan APE ini, tambah Asih Qurnia Ghufron baru pertama kalinya dilakukan, “Saya ingin membuat terobosan baru melalui program TP PKK untuk memberikan pelatihan penambahan pengetahuan bagi semua guru Paud yang ada di Kukar agar dapat membuat APE sendiri, dengan memanfaatkan barang limbah yang ramah lingkungan dan menyenangkan bagi anak didik,”. Harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PNFI, PAUD dan Kejuruan Disdik Kukar Bahransyah menyambut baik atas terobosan TP PKK Kukar dalam upaya memberikan pengetahuan kepada semua guru Paud lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan barang limbah menjadi Alat Permainan Edukatif ramah bagi anak. “Penyediaan berbagai alat pendidikan sebagai media belajar anak usia dini sangat dibutuhkan, artinya akan menghasilkan proses pembelajaran berkualitas menarik dan menyenangkan bagi anak,” katanya.

Diakuinya, selama ini APE masih di beli dari luar daerah dengan harga relatif tinggi dan mahal, “Saya mendukung adanya workhshop pembuatan APE bagi guru Paud, kelompok bermain, dengan harapan semua barang limbah yang ada dapat di ciptakan dan dimanfaatkan untuk membuat APE itu sendiri,”. Pungkasnya.